AKUNTANSI JASA PERBANKAN

1.TRANSFER DALAM NEGERI DAN INKASO DALAM NEGERI

PENGIRIMAN UANG (TRANSFER) DALAM NEGERI

Salah satu jasa dalam dunia perbankan yang banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah pengiriman uang (transfer) baik yang dilakukan dengan kawat ataupun secara tertulis.Karena transfer uang yang dapat dilakukan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri yang dapat dilaksanakan dalam valuta asing dan rupiah.

Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditujukan sebagai penerima transfer (beneficiary).

Pengiriman uang dibagi menjadi 2 transaksi:

> Pengiriman uang keluar (transfer keluar).

> Pengiriman uang masuk (transfer masuk).

Transfer Keluar

Adalah salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar (transfer keluar).Media untuk melakukan transfer ini adalah secara tertulis (mail transfer) ataupun melalui kawat (Wire transfer). Pengamanan dalam transfer keluar ini adalah kode rahasia seperti nomor tes dari setiap transfer masuk dan keluar. Apabila terjadi kesalahan dalam nomor tes, pada prinsipnya transfer tersebut harus di tolak.

Keuntungan bagi bank yang melaksanakan transfer keluar adalah sebagai sarana untuk menciptakan pendapatan dalam bentuk komisi, peningkatan pelayanan pada para nasabah, peningkatan pangsa pasar bank, dan segi promosi lainnya.

Pengirima uang dilakukan oleh bank dengan cara memerintahkan cabang lain untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada beneficiary (orang yang berhak menerima transfer) yang berdomisili di kota tertentu. Dengan demikian terjadi hubungan antar kantor antar cabang pemberi amanat dan pembayar transfer.

contoh :

Seorang Nasabah Bank Omega Cabang Jakarta Tuan Kadir, hendak mengirim uang dengan kawat kepada seorang rekannya nasabah giro Bank Omega Cabang Bandung sebesar Rp.6.000.000,- Untuk jasa ini Tuan Kadir dikenakan komisi transfer Rp.10.000,- dan ongkos kawat sebesar Rp.15.000,-. Pembayaran dilakukan dengan menarik selembaran cek giro termasuk seluruh biaya dan komisi. Pada saat menerima amanat ini, Bank Omega-Jakarta akan membukukan :

D : Giro – Rekening Tuan Kadir……………………..Rp.6.000.000,-

K : Pendapatan komisi transfer………………………Rp.     10.000,-

K : Pendapatan ongkos kawat………………………..Rp.     15.000,-

K ; RAK – Cabang Bandung…………………………Rp.6.000.000,-

Contoh lain, apabila Tn. Laksono hendak mengirim uang secara tertulis kepada seorang rekannya di Surabaya sebesar Rp.20.000.000,-.Komisi dikenakan sebesar Rp.10.000,-.Pembayaran dilakukan dengan tunai sebesar Rp.10.000.000, Cek Bank BCA – Jakarta sebesar Rp.5.000.000,-, dan atas beban rekening tabungan Bank Omega – Jakarta, sisanya Bank Omega – Cabang Jakarta akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Dalam hal penyetoran dengan warkat campuran termasuk warkat kliring akan di tampung seluruh setoran non kliring dalam rekening hutang lainnya. Kemudian rekening hutang lainnya harus segera dinihilkan sewaktu kliring tersebut dinyatakan berhasil.Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

D: Kas………………………………………………Rp. 10.000.000,-

D: Tabungan – Rekening Tn.L……………………..Rp.   5.010.000,-

D: BI – Giro………………………………………   Rp.  5.000.000,-

K: Hutang Lainnya…………………………………Rp. 20.000.000,-

K: Pendapatan Komisi Transfer……………………Rp.        10.000,-

Pembatalan Transfer Keluar.

Bila terjadi pembatalan transfer keluar ,haruslah diperhatikan bahwa pembatalan tersebut hanya dapat dilakukan bila transfer keluar belum dibayarkan kepada si penerima uang dan untuk itu bank pemberi amanat harus memberi perintah berupa “stop payment” kepada cabang pembayar .Pembayaran pembatalan ini baru dapat dilakukan oleh bank pemberi amanat apabila telah diterima berita konfirmasi dari bank pembayar bahwa memang transfer dimaksud belum dibayarkan.

Sebagai  contoh: Tuan Mirza, yang telah memberikan amanat kepada Bank Omega – Jakarta dua minggu lalu untuk mengirimkan uang dengan kawat kepada rekannya di cabang Bandung , sebesar Rp . 1.000.000 datang kembali ke bank untuk membatalkan  transfernya . Untuk itu  ia dikenakan ongkos kawat sebesar Rp . 15.000 yang dibayarnya tunai . Hasil pembatalan transfer agar disetorkan untuk keuntungan rekening tabungan . Pada saat ini menerima amanat ini , Bank Omega – Jakarta akan membukukan :

D : Kas……………………………………………Rp.          15.000,-

K : RAK – Cabang Surabaya……………………..Rp.          15.000,-

Setelah Bank Omega – Jakarta menerima konfirmasi berita bahwa transfer tersebut memang belum dibayarkan kepada yang beneficiary yang berhak menerima transfer tersebut ,maka Bank Omega – Jakarta membukukan sebagai berikut:

D : RAK – Cabang Bandung……………………..Rp.    1.000.000,-

K : Tabungan – Rekening Tn. M…………………Rp.    1.000.000,-

TRANSFER MASUK

Selain transfer keluar juga ada transfer masuk , dimana bank menerima amanat dari salah satu cabang untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang (beneficiary). Dalam hal ini bank pembayar akan membukukan hasil transfer kepada rekening nasabah beneficiary bila ia memiliki rekening di bank pembayar.Dalam hal transfer masuk ditujukan kepada bukan nasabah bank pembayar ,hasil transfer akan ditampung dalam rekening  “Hasil Transfer Yang Dapat Dibayar” .Rekening ini akan tetap outstanding hingga hasil transfer dibayarkan kepada neneficiery.

Sebagai contoh, Bank Omega _ Cabang Bandung menerima transfer masuk dari Bank Omega _ Cabang Jakarta sebesar Rp.6.000.000 untuk keuntungan rekening giro nasabahnya Tn.Rahmat,pada saat menerima transfer masuk ini,Bank Omega – bandung membukukan sebagai berikut:

D : RAK- Cabang Jakarta………………………..Rp.   6.000.000,-

K : Giro – Rekening Tn.Rahmat…………………Rp.   6.000.000,-

Contoh lain : Bank Omega – Jakarta menerima transfer masuk dari Bank Omega – Cabang Surabaya untuk seseorang yang bukan nasabah Banh Omega Jakarta sebesar Rp.2.500.000,-.Pada saat menerima transfer masuk,oleh Bank Omega – Jakarta dibukukan sebagai berikut:

D : RAK- Cabang Surabaya…………………….Rp.  2.500.000,-

K : Hasil Transfer Yg.Dpt Dibayar……………..Rp.  2.500.000,-

Pada saat orang yang berhak menerima transfer datang hendak mencairkan transfer secara tunai, oleh bank omega –cabang Jakarta akan dibukukan sbb :

D : Hasil transfer yg dapat di bayar ………….Rp.  2.500.000,-

K : Kas ………………………………………..Rp. 2.500.000.,

Transfer masuk dikenakan lagi komisi sebab kepada nasabah si pemberi amanat telah di bebankan komisi pada saat memberikan amanat transfer.

Keuntungan yang diharapkan adalah dari lamanyqa dana mengendap yaitu: selisih waktu antara penerima perintah untuk membayar hingga hasil transfer di bayarkan.

Pembatalan Transfer Masuk

Seperti halnya dalam transfer keluar, dalam transfer masukpun dapat terjadi pembatabalan. Jika terjadi pembatalan, pertama-tama yang harus dilakukuan memeriksa apakan hasil transfer telah dibayarkan kepada beneficery. Bila ternyata belum, akan dibelokir dan dibatalkan untuk kemudian dikembalikan kepada cabang pemberi amanat melelui pemindah – bukuan.

Sebagai contoh, Bank Omega cabang Jakarta yang telah menerima transfer masuk sebesar Rp.500.000,- untuk seseorang beneficiary yang bukan nasabah Bank Omega, kemudian advis pembatalan dari cabang pemberi amanat di Surabaya, maka oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sbb:

D : Hasil Transfer Yg. Dpt. Dibayar ………………………Rp. 500.000,-

K : RAK-Cabang Surabaya…………………………………Rp. 500.000,-

Khusus transfer masuk kepada nasabah  yang langsung dimasukkan kedalam rekening yang bersangkutan, tidak dapat dibatalkan karena etis perbankan tidak dapat mengurangi atau mendebit rekening seseorang tanpa persetujuan si pemilik rekening bersangkutan. Pembatalan transfer  masuk hanya dapat dilakukan apabila transfer  dibayarkan yang lazim dilakukan pada beneficery yang bukan nasabah bank.

INKASO DALAM NEGERI

Jasa bank yang banyak yang dipergunakan oleh masyarakat adalah jasa penagihan atas warkat dari bank lain yang talah diterbitkan oleh nasabahnya yang berada pada lokasi yang berbeda. Jasa ini dikenal dalam dunia perbankan sebagai inkaso.Inkaso merupakan kegiatan jasa  bank untuk melakukan amanat dari pihak ketiga  berupa penagihan sejumlah kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh si pemberi amanat.Ditinjau dari segi waktu, kegiatan inkaso memerlukan waktu beberapa hari tergantung dari jarak bank yang menerbitkan warkat tersebut. Dengan demikian bagi inkaso yang telah diterima hasilnya akan merupakan pengendapan dana bagi bank selama ia belum dicairkan oleh si pemberi amanat.

WARKAT INKASO

Tidak semua warkat yang diterbitkan oleh bank dapat dimasukan dalam kegiatan inkaso.Warkat-warkat yang  dapat di inkasokan terdiri dari:

a.Warkat inkaso tanpa lampiran.

Yaitu warkat-warkat inkaso yang tidak dilampiri dengan dokumen dengan dokumen-dokumen apapun seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga lainnya.

b.Warkat inkaso dengan lampiran

Yaitu warkat-warkat inkaso yang dilampirkan dengan dokumen-dokumen lainnya seperti kwitansi, faktur, polis asuransi dan dokumen-dokumen penting lainnya.Inkaso dilakukan antar cabang dari bank yang sama atau bank lain dimana inkaso dilakukan melaui cabang bank sendiri yang berlokasi pada kota yang sama dengan bank tertarik.Dalam proses inkaso ,akan tercipta hubungan antar kantor antara cabang penberi amanat dan cabang penerima amanat yang akan langsung menghubungi bank tertarik.Inkaso tidak dilakukan pada kota yang sama ,karena warkat dari bank lain yang berlokasi dalam kota yang sama cukup dilakukan melalui kliring.

Keuntungan bagi bank yang melakukan kegiatan inkaso keluar adalah sebagai sumber untuk meningkatkan pendapatan bank dalam bentuk komisi dan pengendapan dan juga sebagai cara untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pangsa pasar.

JENIS INKASO.

Bila ditinjau dari sifat kegiatannya ,kagiatan inkaso ini dibagi menjadi dua jenis,yakni :

a .Inkaso Keluar : adalah merupakan suatu kegiatan untuk menagih suatu warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah bank lain.Disini bank menerima amanat dari nasabahnya sendiri untuk menagih warkat tersebut kepada seseorang nasabah bank lain dikota lain.

b. Inakaso Masuk : adalah merupakan tagihan yang masuk atas warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah sendiri.

Baik inkaso masuk maupun inkaso keluar akan menciptakan hubungan antar kantor antara bank pemberi amanat dan cabang penerima amanat . Dalam inkaso keluar ,bank pemberi amanat akan mendebet bank penerima amanat. Sedangkan dalam inkaso masuk ,bank penerima amanat akan mengkredit bank pemberi amanat.

Pada inkaso keluar , transaksi ini bersifat bersyarat dan oleh sebab itu harus dibukukan dalam rekening administratif . Artinya , bank akan membayar sejumlah uang kepada si pemberi amanat . dalam hal ini nasabah , apabila hasil inkaso dinyatakan berhasil . dengan demikian , rekening administrative akan muncul disebelah kredit.

Dalam kegiatan inkaso keluar , seluruh transaksi sebelum diperoleh kepastian berhasil tidaknya akan dibukukan dalam rekening administrative sebelah kredit dalam rekening warkat inkaso yang di terima . Rekening ini  akan tetap outstanding sampai inkaso dinyatakan berhasil.

Sebagai contoh : Tn.Bambang , nasabah giro Banh Omega cabang Jakarta , menyerahkan selembar giro yang diterbitkan oleh seseorang nasabah banh Omega – bandung sebesar Rp.45.000.000,- untuk ditagihkan ke cabang Bandung dan hasilnya agar dikreditkan kedalam rekeningnya. Komisi ditetapkan sebesar Rp.0.25%. Pada saat menerima warkat untuk diinkaso ke cabang bandung. Bank Omega – Jakarta akan membukukan :

K : Rekening Administratif Rupiah

Warkat inkaso Yang Diterima……………………………Rp.  45.000.000

Apabila seminggu kemudian diterima berita per kawat bahwa inkaso dinyatakan berhasil. Dan untuk itu kepada nasabah dikenakan ongkos kawat sebesar Rp. 10.000,- oleh Bank Omega – Cabang Jakarta akan dibukukan sebagai berikut:

D : Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima…………………………….Rp.  45.000.000,-

D : RAK – Cabang Bandung………………………………….Rp.  45.000.000,-

K : Giro – Tuan Bambang…………………………………….Rp.  44.877.500,-

K : Pendapatan Komisi Inkaso………………………………..Rp.       122.500,-

K : Pendapatan Ongkos Kawat……………………………….Rp.          10.000,-

Hasil inkaso tersebut langsung dibukukan kedalam rekening nasabah setelah inkaso dinyatakan berhasil.Bagi inkaso yang dilakukan untuk kepentingan bukan nasabah bank.hasil inkaso dapat ditampung dalam rekening hasil Inkaso Yang Dapat Dibayar. Dimana rekening ini akan outstanding hingga si pemberi amanat datang untuk mencairkan hasil inkaso tersebut.

Sebagai contoh, Tn Haris yang bukan nasabah Banh Omega – Cabang Jakarta ,dating menyerahkan selembar cek giro sebesar Rp. 13.000.000 untuk ditagihkan kepada seseorang nasabah Bank Omega – Cabang Surabaya. Apabila inkaso berhasil ia akan dating untuk mengambil nya secara tunai. Komisi ditetapkan 0.25% dan ongkos kawat sebesar Rp. 10.000. Pada saat menerima warkat inkaso, Bank Omega akan membukukan:

K : Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima……………………………..Rp. 13.000.000,-

Pada saat hasil inkaso dinyatakan berhasil ,Bank Omega – Jakarta akan membukukan:

D : Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Ynag Diterima…………………………….Rp. 13.000.000,-

D : RAK – Cabang Surabaya………………………………….Rp. 13.000.000,-

K : Hasil Inkaso Yang Dapat Dibayarkan……………………. Rp. 12.957.500,-

K : Pendapatan Komisi Inkaso…………………………………Rp.        32.500,-

K : Pendapatan Ongkos Kawat…………………………………Rp.        10.000,-

Rekening hasil inkaso yang dapat dibayar ini akan tetap outstanding hingga nasabh dating untuk mengambil hasil inkaso tersebut. Dengan demikian hasil inkaso yang outstanding merupakan dana murah yang akan mengendap beberapa lama dalam bank.

Apabila beberapa hari kemudian Tuan Haris datang hendak mengambil hasil inkaso tersebut, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal:

D : Hasil Inkaso Yang Dapat Dibayar……………………………Rp. 12.957.500,-

K : Kas…………………………………………………………….Rp. 12.957.500,-

INKASO KELUAR BERANTAI

Sering kali inkaso yang dilakukan oleh suatu bank adalah warkat dari bank lain yang berlokasi pada kota yang berbeda. Dalam hal ini demikian ,bank penerima warkat inkaso akan memberi amanat kepada cabang sendiri yang berlokasi dalam kota yang sama atau kota terdekat dengan  bank pemilik atau penerbit warkat tersebut untuk menagih sejumlah nilai yang tertera dalam warkat tersebut. Pelaksana inkaso oleh cabang penerima amanat dapat dilakukan melalui kliring.Bank pemberi amanat akan mengkredit rekening nasabah pemberi amanat setelah inkaso berhasil dinyatakan berhasil:

Sebagai contoh , Tn Juwono, nasabah giro Bank Omega – Jakarta, memberikan amanat untuk menagihkan selembar cek giro pada Bank ABC – Surabaya sebesar Rp. 50.000.000, komisi sebesar 0.30% dan biaya kawat sebesar Rp. 20.000 diperhitungkan dari hasil inkaso. Pada saat menerima warkat inkaso,Bank Omega – Jakarta akan membukukan sebagai berikut:

K : Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima…………………………………Rp. 50.000.000,-

Pada saat Bank Omega – Surabaya menerima warkat inkaso, akan dibukukan oleh cabang Surabay dengan jurnal sebagai berikut:

D : Bank Indonesia…………………………………………………Rp. 50.000.000,-

K : Hutang Lainnya…………………………………………………Rp. 50.000.000,-

Karena sifatnya transaksi kliring ini masih bersifat menunggu keberhasilan inkaso dengan Bank ABC Surabaya,kliring tersebut akan ditampung sementara pada rekening hutang lainnya.

Apabila kliring dinyatakan berhasil,Bank Omega – Surabaya akan membebankan ongkos kawat Rp. 10.000 dan membukukan:

D : Hutang Lainnya………………………………………………..Rp. 50.000.000,-

K : RAK – Cabang Jakarta…………………………………………Rp. 49.990.000,-

K : Pendapatan Ongkos Kawat…………………………………….Rp.         10.000,-

INKASO MASUK

Dalam kegiatan inkaso masuk ,bank hanya memeriksa kecukupan dana dari nasabah yang telah menerbitkan warkat kepada pihak ketiga . Apabila ternyata dananya mencukupi , maka bank hanya mendebit rekening nasabah bersangkutan dan mengkredit hubungan antar kantor.

Dalam inkaso masuk , bank tertarik bersifat pasif , berbeda dengan inkaso keluar , dimana bank pemberi amanat bersifat aktif.

Sebagai contoh , Bank Omega – Cabang Jakarta menerima tagihan dari Bank Omega – Bandung atas selembar cek giro nasabahnya Tn Ahmad sebesar Rp. 20.000.000 . setelah diteliti dana nasabah tersebut cukup. Oleh Bank Omega – Cabang Jakarta akan membukukan sebagai berikut:

D : Giro – Rekening Tn.Ahmad……………………………………….Rp. 20.000.000,-

K : RAK – Cabang Bandung…………………………………………..Rp. 20.000.000,-

Dalam inkaso masuk tidak akan dibukukan dalam rekening administrative karena sifat transaksinya sudah jelas , yaitu ada atau tidak adanya dana dari nasabah yang telah menarik warkat yang bersangkutan.

2.SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN)

Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau sering disebut LC local, adalah instrument yang diterbitkan oleh bank (Issuing Bank), atas permintaan Applicant yang berisi janji bank untuk membayar sejumlah uang kepada Beneficiary apabila Issuing Bank menerima dokumen yang sesuai dengan syarat SKBDN. SKBDN dipergunakan untuk mendukung transaksi perdagangan di dalam negeri. Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia, dapat melayani kebutuhan Anda, baik dari sisi Pembeli (Buyer) maupun Penjual (Seller).

SKBDN Terbit

Penerbitan SKBDN melalui Bank Mandiri dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang kami sediakan. Sekarang ada cara yang lebih cepat dalam menerbitkan SKBDN yaitu dengan menggunakan dana Anda, baik berupa dana tunai,/blokir rekening/blokir deposito, sebagai Setoran Jaminan. Sebagai bank terbesar di Indonesia, SKBDN yang kami terbitkan akan diterima oleh counter party maupun bank counter party Anda.

Manfaat

  • Memeriksa bahwa persyaratan dokumen yang tercantum dalam SKBDN terpenuhi.
  • Melindungi proses settlement transaksi Anda.
  • Meningkatkan bonafiditas Anda karena SKBDN yang Anda pergunakan diterbitkan oleh Bank bertaraf internasional.

SKBDN Terima

Pada transaksi perdagangan dengan SKBDN, terdapat tenggang waktu antara presentasi dokumen dengan penerimaan pembayaran dari Issuing Bank. Bill Purchasing memungkinkan Anda memperoleh pembayaran segera setelah presentasi dokumen sehingga akan meningkatkan efisiensi Cash Flow Anda. Bill Purchasing adalah pengambilalihan dokumen atau draft atas dasar SKBDN yang harus dibayar oleh Issuing Bank. Bill Purchasing ini dapat dilakukan baik untuk SKBDN yang bersifat Sight (Atas Unjuk) maupun Usance (Berjangka) dengan hak regres (with recourse). Sebelum melakukan Bill Purchasing, kami akan memberikan Anda limit yang disebut Trade Line. Kami dapat mengkredit rekening Anda pada hari yang sama dengan presentasi dokumen, apabila dokumen lengkap kami terima sebelum pk. 12.00 WIB.

Manfaat

  • Membantu pengembangan usaha Anda karena proceeds yang Anda peroleh dapat segera Anda gunakan untuk kebutuhan bisnis Anda.
  • Meningkatkan daya saing Anda dimata counter party dengan menawarkan penundaan pembayaran tanpa mengganggu Cash Flow Anda.
  • Memitigasi kemungkinan un-paid dari Issuing Bank karena adanya discrepancy, dengan layanan Document Preparation kami.
Surat Kredit Berdokumen Dalam Negri

Layanan ini memberi fasilitas berupa jaminan bersyarat untuk nasabah yang berdomisili di dalam negeri untuk membayar wesel-wesel yang ditarik oleh beneficiary sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SKBDN.

MANFAAT

  • Menjamin pembayaran atas pelaksanaan syarat-syarat jual/beli yang ditetapkan/disepakati.
  • Memperlancar arus pengadaan barang-barang di dalam negeri dari satu tempat ke tempat lainnya baik antar pulau, antar kota, atau antar pihak-pihak dalam satu kota.

3. SAVE DEPOSIT BOX, TRAVELLER CHEQUE,& PAYMENT POINT

A. PAYMENT POINT

B. SAFE DEPOSIT BOX ( SDB )

C. RUPIAH TRAVELLERS CHEQUES ( RTC )

A. PAYMENT POINT

Adalah salah satu jasa perbankan untuk melayani masyarakat yang akan melakukan pembayaran-pembayaran yang relatif rutin dan nilainya relatif kecil.

Contoh : pembayaran rekening listrik, telepon dan air.

* Payment Point disebut juga rekening titipan dan diartikan sebagai rekening bersyarat.

* Sifatnya tidak mengikat bank untuk melakukan kewajiban kepada individu atau lembaga tertentu yang memberi amanat.

Contoh soal :

1. Tanggal 1 Mei 2003 diterima slip atau rekening tagihan dari PLN untuk pelanggannya senilai Rp. 56.000.000

2. Tanggal 3 Mei 2003 diterima pembayaran dari pelanggan listrik sebesar

Rp. 1.500.000

Jurnal yang dilakukan oleh bank :

1 Mei’03               RAR Warkat Titipan PLN                Rp. 56.000.000

RAR Warkat Titipan PLN    Rp. 56.000.000

3 Mei’03               Kas                                                         Rp.   1.500.000

Rekening titipan PLN                                 Rp.   1.500.000

* Pencatatan rekening dimulai saat menerima slip tagihan dari individu atau lembaga yang memberi amanat.

* Pencatatan tersebut dikelompokkan ke dalam rekening administratif dalam kelompok kontinjensi kewajiban.

* Pada saat selesainya pembayaran yaitu pada tanggal 20 Mei 2003, hasil tagihan dari masyarakat dilimpahkan ke giro PLN

Maka jurnalnya :

20 Mei’03            Rekening Titipan PLN     Rp. 1.500.000

Giro – PLN                                      Rp. 1.500.000

B. SAFE DEPOSIT BOX ( SDB )

Adalah jasa yang diberikan oleh Bank untuk penyimpanan barang-barang berharga atau benda-benda berharga.

Contoh : Perhiasan, Surat – surat berharga

  • Keamanan barang-barang berharga tersebut akan terjamin oleh perbankan karena untuk membuka setiap kotak penyimpanan diperlukan dua kunci   yaitu : – Kunci 1 dipegang oleh Bank

– Kunci 2 dipegang oleh penitip barang atau pihak penyewa

  • Untuk membuka kotak penyimpanan tersebut, tidak semua karyawan Bank dapat melakukannya akan tetapi hanya orang-orang tertentu saja yang telah ditunjuk oleh pihak Bank.
  • SDB merupakan transaksi jasa perbankan yang memberikan pendapatan bagi Bank dimana besar kecilnya pendapatan tergantung pada lamanya sewa.
  • *Biaya penyimpanan SDB terdiri atas :

a. Biaya sewa

b. Setoran jaminan kunci SDB, ini diperlukan karena untuk mengganti bila kunci kotak penyimpanan tersebut hilang namun bila sampai selesai penyimpanan barang berharga ternyata kunci tidak hilang maka setoran jaminan kunci akan dikembalikan kepada yang berhak ( penitip barang ).

Contoh soal 1 :

1 Juli 2003 Bank Mitra Niaga Semarang menerima permohonan seorang nasabah bernama sheika untuk menyimpan barang dan surat berharga miliknya. Untuk itu, dia menyerahkan setoran jaminan sebesar Rp. 1.500.000 secara tunai dan membayar sewa diterima dimuka sebesar Rp. 2.400.000 untuk sewa 6 bulan kedepan atas beban Giro Sheika. Masa sewa akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2003.

Jurnal Bank Mitra Niaga Semarang :

1 Juli’03                Kas                                                                                         Rp. 1.500.000

Giro-Sheika                                                                        Rp. 2.400.000

Setoran jaminan kunci SDB                                     Rp. 1.500.000

Pendapatan sewa SDB diterima dimuka            Rp. 2.400.000

31 Juli s/d 30 November’03

Pendapatan sewa SDB diterima dimuka Rp.    400.000

Pendapatan sewa SDB                                              Rp.    400.000

Dan jurnal pada saat jatuh tempo :

31 Des’03             Pendapatan sewa SDB diterima dimuka                 Rp.    400.000

Pendapatan sewa SDB                                              Rp.    400.000

Setoran jaminan SDB                                      Rp. 1.500.000

Giro-Sheika                                                                   Rp. 1.500.000

  • Jurnal tanggal 31 Juli s/d 31 Desember 2003 adalah jurnal amortisasi terhadap pendapatan sewa SDB diterima dimuka.
  • Khusus tanggal 31 Desember 2003, disamping jurnal amortisasi juga menjurnal pelimpahan setoran jaminan yang telah jatuh tempo dengan mengkredit ke rekening Giro Sheika.
  • Bila pada akhir periode, ternyata sewa kunci yang dipegang Sheika hilang maka setoran jaminan tidak akan dikembalikan, namun menjadi hak Bank sebagai pengganti kunci yang hilang.

Dan jurnalnya sebagai berikut :

31 Des’03             Setoran jaminan SDB                                      Rp 1.500.000

Inventaris kantor                                                                        Rp. 1.500.000

Contoh soal 2 :

Apabila seorang penyewa SDB, Tuan Erlan yang telah membayar uang jamina kunci SDB sebesar Rp. 80.000 datang kepada Bank Omega-Jakarta dan menyatakan telah menghilangkan kunci SDB setelah menggunakan jasa SDB selama 6 bulan dengan sewa Rp. 70.000 setahun.

Ia memutuskan untuk tetap memperpanjang SDB selama setahun lagi tetapi menghendaki volume yang lebih besar dengan beban sewa sebesar Rp. 100.000 pertahun dan uang jaminan Rp. 120.000. Oleh Bank Omega-Jakarta diminta untuk menyetorkan kembali uang jaminan SDB dengan jumlah yang sama yang dilakukannya secara tunai.

Bank Omega cabang Jakarta akan membukukan transaksi ini dengan ayat jurnal sebagai berikut :

Sisa sewa ( RpH. 70.000 : 2 )                         Rp.   35.000

Sewa baru setahun yang akan datang    Rp. 100.000

Kekurangan sewa yang akan datang        Rp.   65.000

Setoran jaminan SDB yang baru                                 Rp. 120.000 +

Diterima tunai                                                   Rp. 185.000

Maka jurnalnya :

Kas                                                                                                         Rp. 185.000

Setoran jaminan – kunci SDB ( lama )                      Rp.   80.000

Setoran jaminan – kunci SDB ( baru )                                  Rp. 120.000

Inventaris kantor – SDB                                                                            Rp.   80.000

Sewa SDB yang diterima dimuka                                          Rp.   65.000

C. RUPIAH TRAVELLERS CHEQUES ( RTC )

Adalah surat berharga yang diterbitkan dalam valuta rupiah dengan cirri aman, terpercaya, praktis dan fleksibel serta dijamin oleh Bank penerbit dengan masa berlaku tidak terbatas.

  • RTC sering disebut juga sebagai cek perjalanan yang dapat dituangkan kapan dan dimana saja.
  • Umumnya diterbitkan untuk perjalanan jauh dan ingin aman dalam membelanjakannya, serta dapat dicairkan dikantor cabang pelaksana Bank sendiri.
  • Akuntansi RTC dimulai saat penerbitan atau penjualan RTC dan saat pencairan RTC baik yang dijual melalui cabang pembayar maupun melalui agen.
  • Penjualan RTC dapat dilakukan secara tunai, beban giro atau dengan menggunakan warkat yang disetujui Bank.

Contoh  :

Tanggal 1 Juni’03 Dhea membelanjakan RTC untuk membayar biaya akomodasi di Hotel Mahendra Denpasar sebanyak 3 lembar. Hotel tersebut adalah nasabah giro Bank Mitra Niaga Denpasar. Untuk itu Bank Mitra Niaga melakukan inkaso dengan biaya Rp. 100.000

Jurnal di cabang penerbit ( Bank Mitra Niaga Semarang ) :

31 Juni’03            RTC                                                        Rp. 3.000.000

RAK – cabang Denpasar                           Rp. 3.000.000

Jurnal di cabang pembayar ( Bank Mitra Niaga Denpasar ) saat inkaso / konfirmasi :

31 Juni’03                 RAR.warkat inkaso diserahkan (Cr.)    Rp. 3.000.000

Jurnal di Bank Mitra Niaga ( Bank pembayar ) saat inkaso berhasil :

31 Juni’03            RAK. Cabang Semarang                 Rp. 3.000.000

Giro – Hotel Mahendra                                            Rp. 2.900.000

Komisi inkaso                                                                Rp.    100.000

PENJUALAN RTC MELALUI AGEN PENJUALAN

Contoh  :

Tanggal 10 juni 2003 Bank Mitra Niaga Semarang menyerahkan warkat RTC kepada biro wisata Empuka di Semarang sebanyak 100 lembar.

Nilai nominal pada setiap lembar RTC Rp. 1.000.000

Jurnal di Bank Mitra Niaga Semarang saat menyerahkan Warkat RTC :

10 Juni’03                 RAR.warkat RTC yang diserahkan (Cr.)               Rp. 100.000.000

Contoh 2 :

Tanggal 15 Juni 2003 biro wisata Empuka melaporkan ke Bank Mitra Niaga Semarang tentang penjualan 10 lembar RTC.

Jurnal di Bank Mitra Niaga Semarang saat menerima laporan penjualan RTC :

15 Juni’03            RAK.warkat RTC yang diserahkan (Dr.)   Rp. 10.000.000

Piutang atau tagihan RTC                                       Rp. 10.000.000

RTC                                                                                   Rp.    10.000.000

Pada tanggal 30 Juni 2003, biro wisata Empuka melunasi hasil penjualannya kepada Bank Mitra Niaga Semarang telah dipotong komisi penjualan RTC Rp. 200.000 pelunasannya atas beban giro biro wisata Empuka.

Jurnal di Bank Mitra Niaga Semarang

secara kredit :

30 Juni’03            Giro – biro wisata Empuka                           Rp. 9.800.000

Biaya komisi RTC                                                               Rp.    200.000

Piutang atau tagihan RTC                                         Rp.   10.000.000

Secara tunai :

30 Juni’03            Kas                                                                                         Rp. 10.000.000

Biaya komisi RTC                                                               Rp.      200.000

Piutang atau tagihan RTC                                         Rp.   10.200.000

Pada kasus tertentu, saat penerbitan kembali RTC yang hilang

Jurnal yang dilakukan oleh Bank penerbit adalah :

RTC ( lama )                                                        Rp. XXXX

Kas / giro                                                                             Rp. XXXX

RTC ( baru )                                                                    Rp. XXXX

pendapatan komisi penerbitan RTC                             Rp. XXXX

PENEMPATAN PADA BANK-BANK LAIN

  • Dapat berupa giro, deposito, SBPU dll yang transaksi ini melibatkan BI
  • Penempatan pada Bank-Bank lain dilakukan untuk mengatasi kelebihan likuiditas dan memperoleh pendapatan bunga dari Bank lain.

Contoh :

1 Mei’03 Bank BCA Semarang menempatkan dananya dalam bentuk giro sebesar Rp. 100.000.000.000 pada Bank BNI Semarang, jasa giro 8% pertahun.

Bank BCA Semarang juga menempatkan dananya dalam bentuk deposito berjangka sebesar Rp. 500.000.000 dengan suku bunga 16% jangka waktu 3 bulan.

Maka jurnalnya :

1 Mei’03               BBL ( Bank-Bank Lain ) – giro                       Rp.100.000.000.000

BBL ( Bank-Bank Lain ) – Deposito             Rp.       500.000.000

Giro – BI                                                                                            Rp.100.500.000.000

  • Perhitungan untuk jasa giro dan bunga deposito :

Jasa giro :

8% x Rp. 100.000.000.000 x 1/12 = Rp. 666.666.666,7

Bunga deposito :

16% x Rp. 500.000.000 x 1/12      = Rp.     6.666.666,7   +

Rp. 673.333.333,4

Maka jurnalnya :

BBL ( Bank-Bank Lain ) – giro                       Rp. 673.333.333,4

Pendapatan jasa giro                                                 Rp. 666.666.666,7

Pendapatan bunga deposito                                  Rp.     6.666.666,7

1.TRANSFER DALAM NEGERI DAN INKASO DALAM NEGERI

PENGIRIMAN UANG (TRANSFER) DALAM NEGERI

Salah satu jasa dalam dunia perbankan yang banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah pengiriman uang (transfer) baik yang dilakukan dengan kawat ataupun secara tertulis.Karena transfer uang yang dapat dilakukan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri yang dapat dilaksanakan dalam valuta asing dan rupiah.

Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditujukan sebagai penerima transfer (beneficiary).

Pengiriman uang dibagi menjadi 2 transaksi:

> Pengiriman uang keluar (transfer keluar).

> Pengiriman uang masuk (transfer masuk).

Transfer Keluar

Adalah salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar (transfer keluar).Media untuk melakukan transfer ini adalah secara tertulis (mail transfer) ataupun melalui kawat (Wire transfer). Pengamanan dalam transfer keluar ini adalah kode rahasia seperti nomor tes dari setiap transfer masuk dan keluar. Apabila terjadi kesalahan dalam nomor tes, pada prinsipnya transfer tersebut harus di tolak.

Keuntungan bagi bank yang melaksanakan transfer keluar adalah sebagai sarana untuk menciptakan pendapatan dalam bentuk komisi, peningkatan pelayanan pada para nasabah, peningkatan pangsa pasar bank, dan segi promosi lainnya.

Pengirima uang dilakukan oleh bank dengan cara memerintahkan cabang lain untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada beneficiary (orang yang berhak menerima transfer) yang berdomisili di kota tertentu. Dengan demikian terjadi hubungan antar kantor antar cabang pemberi amanat dan pembayar transfer.

contoh :

Seorang Nasabah Bank Omega Cabang Jakarta Tuan Kadir, hendak mengirim uang dengan kawat kepada seorang rekannya nasabah giro Bank Omega Cabang Bandung sebesar Rp.6.000.000,- Untuk jasa ini Tuan Kadir dikenakan komisi transfer Rp.10.000,- dan ongkos kawat sebesar Rp.15.000,-. Pembayaran dilakukan dengan menarik selembaran cek giro termasuk seluruh biaya dan komisi. Pada saat menerima amanat ini, Bank Omega-Jakarta akan membukukan :

D : Giro – Rekening Tuan Kadir……………………..Rp.6.000.000,-

K : Pendapatan komisi transfer………………………Rp.     10.000,-

K : Pendapatan ongkos kawat………………………..Rp.     15.000,-

K ; RAK – Cabang Bandung…………………………Rp.6.000.000,-

Contoh lain, apabila Tn. Laksono hendak mengirim uang secara tertulis kepada seorang rekannya di Surabaya sebesar Rp.20.000.000,-.Komisi dikenakan sebesar Rp.10.000,-.Pembayaran dilakukan dengan tunai sebesar Rp.10.000.000, Cek Bank BCA – Jakarta sebesar Rp.5.000.000,-, dan atas beban rekening tabungan Bank Omega – Jakarta, sisanya Bank Omega – Cabang Jakarta akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Dalam hal penyetoran dengan warkat campuran termasuk warkat kliring akan di tampung seluruh setoran non kliring dalam rekening hutang lainnya. Kemudian rekening hutang lainnya harus segera dinihilkan sewaktu kliring tersebut dinyatakan berhasil.Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

D: Kas………………………………………………Rp. 10.000.000,-

D: Tabungan – Rekening Tn.L……………………..Rp.   5.010.000,-

D: BI – Giro………………………………………   Rp.  5.000.000,-

K: Hutang Lainnya…………………………………Rp. 20.000.000,-

K: Pendapatan Komisi Transfer……………………Rp.        10.000,-

Pembatalan Transfer Keluar.

Bila terjadi pembatalan transfer keluar ,haruslah diperhatikan bahwa pembatalan tersebut hanya dapat dilakukan bila transfer keluar belum dibayarkan kepada si penerima uang dan untuk itu bank pemberi amanat harus memberi perintah berupa “stop payment” kepada cabang pembayar .Pembayaran pembatalan ini baru dapat dilakukan oleh bank pemberi amanat apabila telah diterima berita konfirmasi dari bank pembayar bahwa memang transfer dimaksud belum dibayarkan.

Sebagai  contoh: Tuan Mirza, yang telah memberikan amanat kepada Bank Omega – Jakarta dua minggu lalu untuk mengirimkan uang dengan kawat kepada rekannya di cabang Bandung , sebesar Rp . 1.000.000 datang kembali ke bank untuk membatalkan  transfernya . Untuk itu  ia dikenakan ongkos kawat sebesar Rp . 15.000 yang dibayarnya tunai . Hasil pembatalan transfer agar disetorkan untuk keuntungan rekening tabungan . Pada saat ini menerima amanat ini , Bank Omega – Jakarta akan membukukan :

D : Kas……………………………………………Rp.          15.000,-

K : RAK – Cabang Surabaya……………………..Rp.          15.000,-

Setelah Bank Omega – Jakarta menerima konfirmasi berita bahwa transfer tersebut memang belum dibayarkan kepada yang beneficiary yang berhak menerima transfer tersebut ,maka Bank Omega – Jakarta membukukan sebagai berikut:

D : RAK – Cabang Bandung……………………..Rp.    1.000.000,-

K : Tabungan – Rekening Tn. M…………………Rp.    1.000.000,-

TRANSFER MASUK

Selain transfer keluar juga ada transfer masuk , dimana bank menerima amanat dari salah satu cabang untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang (beneficiary). Dalam hal ini bank pembayar akan membukukan hasil transfer kepada rekening nasabah beneficiary bila ia memiliki rekening di bank pembayar.Dalam hal transfer masuk ditujukan kepada bukan nasabah bank pembayar ,hasil transfer akan ditampung dalam rekening  “Hasil Transfer Yang Dapat Dibayar” .Rekening ini akan tetap outstanding hingga hasil transfer dibayarkan kepada neneficiery.

Sebagai contoh, Bank Omega _ Cabang Bandung menerima transfer masuk dari Bank Omega _ Cabang Jakarta sebesar Rp.6.000.000 untuk keuntungan rekening giro nasabahnya Tn.Rahmat,pada saat menerima transfer masuk ini,Bank Omega – bandung membukukan sebagai berikut:

D : RAK- Cabang Jakarta………………………..Rp.   6.000.000,-

K : Giro – Rekening Tn.Rahmat…………………Rp.   6.000.000,-

Contoh lain : Bank Omega – Jakarta menerima transfer masuk dari Bank Omega – Cabang Surabaya untuk seseorang yang bukan nasabah Banh Omega Jakarta sebesar Rp.2.500.000,-.Pada saat menerima transfer masuk,oleh Bank Omega – Jakarta dibukukan sebagai berikut:

D : RAK- Cabang Surabaya…………………….Rp.  2.500.000,-

K : Hasil Transfer Yg.Dpt Dibayar……………..Rp.  2.500.000,-

Pada saat orang yang berhak menerima transfer datang hendak mencairkan transfer secara tunai, oleh bank omega –cabang Jakarta akan dibukukan sbb :

D : Hasil transfer yg dapat di bayar ………….Rp.  2.500.000,-

K : Kas ………………………………………..Rp. 2.500.000.,

Transfer masuk dikenakan lagi komisi sebab kepada nasabah si pemberi amanat telah di bebankan komisi pada saat memberikan amanat transfer.

Keuntungan yang diharapkan adalah dari lamanyqa dana mengendap yaitu: selisih waktu antara penerima perintah untuk membayar hingga hasil transfer di bayarkan.

Pembatalan Transfer Masuk

Seperti halnya dalam transfer keluar, dalam transfer masukpun dapat terjadi pembatabalan. Jika terjadi pembatalan, pertama-tama yang harus dilakukuan memeriksa apakan hasil transfer telah dibayarkan kepada beneficery. Bila ternyata belum, akan dibelokir dan dibatalkan untuk kemudian dikembalikan kepada cabang pemberi amanat melelui pemindah – bukuan.

Sebagai contoh, Bank Omega cabang Jakarta yang telah menerima transfer masuk sebesar Rp.500.000,- untuk seseorang beneficiary yang bukan nasabah Bank Omega, kemudian advis pembatalan dari cabang pemberi amanat di Surabaya, maka oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sbb:

D : Hasil Transfer Yg. Dpt. Dibayar ………………………Rp. 500.000,-

K : RAK-Cabang Surabaya…………………………………Rp. 500.000,-

Khusus transfer masuk kepada nasabah  yang langsung dimasukkan kedalam rekening yang bersangkutan, tidak dapat dibatalkan karena etis perbankan tidak dapat mengurangi atau mendebit rekening seseorang tanpa persetujuan si pemilik rekening bersangkutan. Pembatalan transfer  masuk hanya dapat dilakukan apabila transfer  dibayarkan yang lazim dilakukan pada beneficery yang bukan nasabah bank.

INKASO DALAM NEGERI

Jasa bank yang banyak yang dipergunakan oleh masyarakat adalah jasa penagihan atas warkat dari bank lain yang talah diterbitkan oleh nasabahnya yang berada pada lokasi yang berbeda. Jasa ini dikenal dalam dunia perbankan sebagai inkaso.Inkaso merupakan kegiatan jasa  bank untuk melakukan amanat dari pihak ketiga  berupa penagihan sejumlah kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh si pemberi amanat.Ditinjau dari segi waktu, kegiatan inkaso memerlukan waktu beberapa hari tergantung dari jarak bank yang menerbitkan warkat tersebut. Dengan demikian bagi inkaso yang telah diterima hasilnya akan merupakan pengendapan dana bagi bank selama ia belum dicairkan oleh si pemberi amanat.

WARKAT INKASO

Tidak semua warkat yang diterbitkan oleh bank dapat dimasukan dalam kegiatan inkaso.Warkat-warkat yang  dapat di inkasokan terdiri dari:

a.Warkat inkaso tanpa lampiran.

Yaitu warkat-warkat inkaso yang tidak dilampiri dengan dokumen dengan dokumen-dokumen apapun seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga lainnya.

b.Warkat inkaso dengan lampiran

Yaitu warkat-warkat inkaso yang dilampirkan dengan dokumen-dokumen lainnya seperti kwitansi, faktur, polis asuransi dan dokumen-dokumen penting lainnya.Inkaso dilakukan antar cabang dari bank yang sama atau bank lain dimana inkaso dilakukan melaui cabang bank sendiri yang berlokasi pada kota yang sama dengan bank tertarik.Dalam proses inkaso ,akan tercipta hubungan antar kantor antara cabang penberi amanat dan cabang penerima amanat yang akan langsung menghubungi bank tertarik.Inkaso tidak dilakukan pada kota yang sama ,karena warkat dari bank lain yang berlokasi dalam kota yang sama cukup dilakukan melalui kliring.

Keuntungan bagi bank yang melakukan kegiatan inkaso keluar adalah sebagai sumber untuk meningkatkan pendapatan bank dalam bentuk komisi dan pengendapan dan juga sebagai cara untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pangsa pasar.

JENIS INKASO.

Bila ditinjau dari sifat kegiatannya ,kagiatan inkaso ini dibagi menjadi dua jenis,yakni :

a .Inkaso Keluar : adalah merupakan suatu kegiatan untuk menagih suatu warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah bank lain.Disini bank menerima amanat dari nasabahnya sendiri untuk menagih warkat tersebut kepada seseorang nasabah bank lain dikota lain.

b. Inakaso Masuk : adalah merupakan tagihan yang masuk atas warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah sendiri.

Baik inkaso masuk maupun inkaso keluar akan menciptakan hubungan antar kantor antara bank pemberi amanat dan cabang penerima amanat . Dalam inkaso keluar ,bank pemberi amanat akan mendebet bank penerima amanat. Sedangkan dalam inkaso masuk ,bank penerima amanat akan mengkredit bank pemberi amanat.

Pada inkaso keluar , transaksi ini bersifat bersyarat dan oleh sebab itu harus dibukukan dalam rekening administratif . Artinya , bank akan membayar sejumlah uang kepada si pemberi amanat . dalam hal ini nasabah , apabila hasil inkaso dinyatakan berhasil . dengan demikian , rekening administrative akan muncul disebelah kredit.

Dalam kegiatan inkaso keluar , seluruh transaksi sebelum diperoleh kepastian berhasil tidaknya akan dibukukan dalam rekening administrative sebelah kredit dalam rekening warkat inkaso yang di terima . Rekening ini  akan tetap outstanding sampai inkaso dinyatakan berhasil.

Sebagai contoh : Tn.Bambang , nasabah giro Banh Omega cabang Jakarta , menyerahkan selembar giro yang diterbitkan oleh seseorang nasabah banh Omega – bandung sebesar Rp.45.000.000,- untuk ditagihkan ke cabang Bandung dan hasilnya agar dikreditkan kedalam rekeningnya. Komisi ditetapkan sebesar Rp.0.25%. Pada saat menerima warkat untuk diinkaso ke cabang bandung. Bank Omega – Jakarta akan membukukan :

K : Rekening Administratif Rupiah

Warkat inkaso Yang Diterima……………………………Rp.  45.000.000

Apabila seminggu kemudian diterima berita per kawat bahwa inkaso dinyatakan berhasil. Dan untuk itu kepada nasabah dikenakan ongkos kawat sebesar Rp. 10.000,- oleh Bank Omega – Cabang Jakarta akan dibukukan sebagai berikut:

D : Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima…………………………….Rp.  45.000.000,-

D : RAK – Cabang Bandung………………………………….Rp.  45.000.000,-

K : Giro – Tuan Bambang…………………………………….Rp.  44.877.500,-

K : Pendapatan Komisi Inkaso………………………………..Rp.       122.500,-

K : Pendapatan Ongkos Kawat……………………………….Rp.          10.000,-

Hasil inkaso tersebut langsung dibukukan kedalam rekening nasabah setelah inkaso dinyatakan berhasil.Bagi inkaso yang dilakukan untuk kepentingan bukan nasabah bank.hasil inkaso dapat ditampung dalam rekening hasil Inkaso Yang Dapat Dibayar. Dimana rekening ini akan outstanding hingga si pemberi amanat datang untuk mencairkan hasil inkaso tersebut.

Sebagai contoh, Tn Haris yang bukan nasabah Banh Omega – Cabang Jakarta ,dating menyerahkan selembar cek giro sebesar Rp. 13.000.000 untuk ditagihkan kepada seseorang nasabah Bank Omega – Cabang Surabaya. Apabila inkaso berhasil ia akan dating untuk mengambil nya secara tunai. Komisi ditetapkan 0.25% dan ongkos kawat sebesar Rp. 10.000. Pada saat menerima warkat inkaso, Bank Omega akan membukukan:

K : Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima……………………………..Rp. 13.000.000,-

Pada saat hasil inkaso dinyatakan berhasil ,Bank Omega – Jakarta akan membukukan:

D : Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Ynag Diterima…………………………….Rp. 13.000.000,-

D : RAK – Cabang Surabaya………………………………….Rp. 13.000.000,-

K : Hasil Inkaso Yang Dapat Dibayarkan……………………. Rp. 12.957.500,-

K : Pendapatan Komisi Inkaso…………………………………Rp.        32.500,-

K : Pendapatan Ongkos Kawat…………………………………Rp.        10.000,-

Rekening hasil inkaso yang dapat dibayar ini akan tetap outstanding hingga nasabh dating untuk mengambil hasil inkaso tersebut. Dengan demikian hasil inkaso yang outstanding merupakan dana murah yang akan mengendap beberapa lama dalam bank.

Apabila beberapa hari kemudian Tuan Haris datang hendak mengambil hasil inkaso tersebut, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal:

D : Hasil Inkaso Yang Dapat Dibayar……………………………Rp. 12.957.500,-

K : Kas…………………………………………………………….Rp. 12.957.500,-

INKASO KELUAR BERANTAI

Sering kali inkaso yang dilakukan oleh suatu bank adalah warkat dari bank lain yang berlokasi pada kota yang berbeda. Dalam hal ini demikian ,bank penerima warkat inkaso akan memberi amanat kepada cabang sendiri yang berlokasi dalam kota yang sama atau kota terdekat dengan  bank pemilik atau penerbit warkat tersebut untuk menagih sejumlah nilai yang tertera dalam warkat tersebut. Pelaksana inkaso oleh cabang penerima amanat dapat dilakukan melalui kliring.Bank pemberi amanat akan mengkredit rekening nasabah pemberi amanat setelah inkaso berhasil dinyatakan berhasil:

Sebagai contoh , Tn Juwono, nasabah giro Bank Omega – Jakarta, memberikan amanat untuk menagihkan selembar cek giro pada Bank ABC – Surabaya sebesar Rp. 50.000.000, komisi sebesar 0.30% dan biaya kawat sebesar Rp. 20.000 diperhitungkan dari hasil inkaso. Pada saat menerima warkat inkaso,Bank Omega – Jakarta akan membukukan sebagai berikut:

K : Rekening Administratif Rupiah

Warkat Inkaso Yang Diterima…………………………………Rp. 50.000.000,-

Pada saat Bank Omega – Surabaya menerima warkat inkaso, akan dibukukan oleh cabang Surabay dengan jurnal sebagai berikut:

D : Bank Indonesia…………………………………………………Rp. 50.000.000,-

K : Hutang Lainnya…………………………………………………Rp. 50.000.000,-

Karena sifatnya transaksi kliring ini masih bersifat menunggu keberhasilan inkaso dengan Bank ABC Surabaya,kliring tersebut akan ditampung sementara pada rekening hutang lainnya.

Apabila kliring dinyatakan berhasil,Bank Omega – Surabaya akan membebankan ongkos kawat Rp. 10.000 dan membukukan:

D : Hutang Lainnya………………………………………………..Rp. 50.000.000,-

K : RAK – Cabang Jakarta…………………………………………Rp. 49.990.000,-

K : Pendapatan Ongkos Kawat…………………………………….Rp.         10.000,-

INKASO MASUK

Dalam kegiatan inkaso masuk ,bank hanya memeriksa kecukupan dana dari nasabah yang telah menerbitkan warkat kepada pihak ketiga . Apabila ternyata dananya mencukupi , maka bank hanya mendebit rekening nasabah bersangkutan dan mengkredit hubungan antar kantor.

Dalam inkaso masuk , bank tertarik bersifat pasif , berbeda dengan inkaso keluar , dimana bank pemberi amanat bersifat aktif.

Sebagai contoh , Bank Omega – Cabang Jakarta menerima tagihan dari Bank Omega – Bandung atas selembar cek giro nasabahnya Tn Ahmad sebesar Rp. 20.000.000 . setelah diteliti dana nasabah tersebut cukup. Oleh Bank Omega – Cabang Jakarta akan membukukan sebagai berikut:

D : Giro – Rekening Tn.Ahmad……………………………………….Rp. 20.000.000,-

K : RAK – Cabang Bandung…………………………………………..Rp. 20.000.000,-

Dalam inkaso masuk tidak akan dibukukan dalam rekening administrative karena sifat transaksinya sudah jelas , yaitu ada atau tidak adanya dana dari nasabah yang telah menarik warkat yang bersangkutan.

2.SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN)

Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau sering disebut LC local, adalah instrument yang diterbitkan oleh bank (Issuing Bank), atas permintaan Applicant yang berisi janji bank untuk membayar sejumlah uang kepada Beneficiary apabila Issuing Bank menerima dokumen yang sesuai dengan syarat SKBDN. SKBDN dipergunakan untuk mendukung transaksi perdagangan di dalam negeri. Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia, dapat melayani kebutuhan Anda, baik dari sisi Pembeli (Buyer) maupun Penjual (Seller).

SKBDN Terbit

Penerbitan SKBDN melalui Bank Mandiri dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang kami sediakan. Sekarang ada cara yang lebih cepat dalam menerbitkan SKBDN yaitu dengan menggunakan dana Anda, baik berupa dana tunai,/blokir rekening/blokir deposito, sebagai Setoran Jaminan. Sebagai bank terbesar di Indonesia, SKBDN yang kami terbitkan akan diterima oleh counter party maupun bank counter party Anda.

Manfaat

  • Memeriksa bahwa persyaratan dokumen yang tercantum dalam SKBDN terpenuhi.
  • Melindungi proses settlement transaksi Anda.
  • Meningkatkan bonafiditas Anda karena SKBDN yang Anda pergunakan diterbitkan oleh Bank bertaraf internasional.

SKBDN Terima

Pada transaksi perdagangan dengan SKBDN, terdapat tenggang waktu antara presentasi dokumen dengan penerimaan pembayaran dari Issuing Bank. Bill Purchasing memungkinkan Anda memperoleh pembayaran segera setelah presentasi dokumen sehingga akan meningkatkan efisiensi Cash Flow Anda. Bill Purchasing adalah pengambilalihan dokumen atau draft atas dasar SKBDN yang harus dibayar oleh Issuing Bank. Bill Purchasing ini dapat dilakukan baik untuk SKBDN yang bersifat Sight (Atas Unjuk) maupun Usance (Berjangka) dengan hak regres (with recourse). Sebelum melakukan Bill Purchasing, kami akan memberikan Anda limit yang disebut Trade Line. Kami dapat mengkredit rekening Anda pada hari yang sama dengan presentasi dokumen, apabila dokumen lengkap kami terima sebelum pk. 12.00 WIB.

Manfaat

  • Membantu pengembangan usaha Anda karena proceeds yang Anda peroleh dapat segera Anda gunakan untuk kebutuhan bisnis Anda.
  • Meningkatkan daya saing Anda dimata counter party dengan menawarkan penundaan pembayaran tanpa mengganggu Cash Flow Anda.
  • Memitigasi kemungkinan un-paid dari Issuing Bank karena adanya discrepancy, dengan layanan Document Preparation kami.
Surat Kredit Berdokumen Dalam Negri

Layanan ini memberi fasilitas berupa jaminan bersyarat untuk nasabah yang berdomisili di dalam negeri untuk membayar wesel-wesel yang ditarik oleh beneficiary sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SKBDN.

MANFAAT

  • Menjamin pembayaran atas pelaksanaan syarat-syarat jual/beli yang ditetapkan/disepakati.
  • Memperlancar arus pengadaan barang-barang di dalam negeri dari satu tempat ke tempat lainnya baik antar pulau, antar kota, atau antar pihak-pihak dalam satu kota.

3. SAVE DEPOSIT BOX, TRAVELLER CHEQUE,& PAYMENT POINT

A. PAYMENT POINT

B. SAFE DEPOSIT BOX ( SDB )

C. RUPIAH TRAVELLERS CHEQUES ( RTC )

A. PAYMENT POINT

Adalah salah satu jasa perbankan untuk melayani masyarakat yang akan melakukan pembayaran-pembayaran yang relatif rutin dan nilainya relatif kecil.

Contoh : pembayaran rekening listrik, telepon dan air.

* Payment Point disebut juga rekening titipan dan diartikan sebagai rekening bersyarat.

* Sifatnya tidak mengikat bank untuk melakukan kewajiban kepada individu atau lembaga tertentu yang memberi amanat.

Contoh soal :

1. Tanggal 1 Mei 2003 diterima slip atau rekening tagihan dari PLN untuk pelanggannya senilai Rp. 56.000.000

2. Tanggal 3 Mei 2003 diterima pembayaran dari pelanggan listrik sebesar

Rp. 1.500.000

Jurnal yang dilakukan oleh bank :

1 Mei’03               RAR Warkat Titipan PLN                Rp. 56.000.000

RAR Warkat Titipan PLN    Rp. 56.000.000

3 Mei’03               Kas                                                         Rp.   1.500.000

Rekening titipan PLN                                 Rp.   1.500.000

* Pencatatan rekening dimulai saat menerima slip tagihan dari individu atau lembaga yang memberi amanat.

* Pencatatan tersebut dikelompokkan ke dalam rekening administratif dalam kelompok kontinjensi kewajiban.

* Pada saat selesainya pembayaran yaitu pada tanggal 20 Mei 2003, hasil tagihan dari masyarakat dilimpahkan ke giro PLN

Maka jurnalnya :

20 Mei’03            Rekening Titipan PLN     Rp. 1.500.000

Giro – PLN                                      Rp. 1.500.000

B. SAFE DEPOSIT BOX ( SDB )

Adalah jasa yang diberikan oleh Bank untuk penyimpanan barang-barang berharga atau benda-benda berharga.

Contoh : Perhiasan, Surat – surat berharga

  • Keamanan barang-barang berharga tersebut akan terjamin oleh perbankan karena untuk membuka setiap kotak penyimpanan diperlukan dua kunci   yaitu : – Kunci 1 dipegang oleh Bank

– Kunci 2 dipegang oleh penitip barang atau pihak penyewa

  • Untuk membuka kotak penyimpanan tersebut, tidak semua karyawan Bank dapat melakukannya akan tetapi hanya orang-orang tertentu saja yang telah ditunjuk oleh pihak Bank.
  • SDB merupakan transaksi jasa perbankan yang memberikan pendapatan bagi Bank dimana besar kecilnya pendapatan tergantung pada lamanya sewa.
  • *Biaya penyimpanan SDB terdiri atas :

a. Biaya sewa

b. Setoran jaminan kunci SDB, ini diperlukan karena untuk mengganti bila kunci kotak penyimpanan tersebut hilang namun bila sampai selesai penyimpanan barang berharga ternyata kunci tidak hilang maka setoran jaminan kunci akan dikembalikan kepada yang berhak ( penitip barang ).

Contoh soal 1 :

1 Juli 2003 Bank Mitra Niaga Semarang menerima permohonan seorang nasabah bernama sheika untuk menyimpan barang dan surat berharga miliknya. Untuk itu, dia menyerahkan setoran jaminan sebesar Rp. 1.500.000 secara tunai dan membayar sewa diterima dimuka sebesar Rp. 2.400.000 untuk sewa 6 bulan kedepan atas beban Giro Sheika. Masa sewa akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2003.

Jurnal Bank Mitra Niaga Semarang :

1 Juli’03                Kas                                                                                         Rp. 1.500.000

Giro-Sheika                                                                        Rp. 2.400.000

Setoran jaminan kunci SDB                                     Rp. 1.500.000

Pendapatan sewa SDB diterima dimuka            Rp. 2.400.000

31 Juli s/d 30 November’03

Pendapatan sewa SDB diterima dimuka Rp.    400.000

Pendapatan sewa SDB                                              Rp.    400.000

Dan jurnal pada saat jatuh tempo :

31 Des’03             Pendapatan sewa SDB diterima dimuka                 Rp.    400.000

Pendapatan sewa SDB                                              Rp.    400.000

Setoran jaminan SDB                                      Rp. 1.500.000

Giro-Sheika                                                                   Rp. 1.500.000

  • Jurnal tanggal 31 Juli s/d 31 Desember 2003 adalah jurnal amortisasi terhadap pendapatan sewa SDB diterima dimuka.
  • Khusus tanggal 31 Desember 2003, disamping jurnal amortisasi juga menjurnal pelimpahan setoran jaminan yang telah jatuh tempo dengan mengkredit ke rekening Giro Sheika.
  • Bila pada akhir periode, ternyata sewa kunci yang dipegang Sheika hilang maka setoran jaminan tidak akan dikembalikan, namun menjadi hak Bank sebagai pengganti kunci yang hilang.

Dan jurnalnya sebagai berikut :

31 Des’03             Setoran jaminan SDB                                      Rp 1.500.000

Inventaris kantor                                                                        Rp. 1.500.000

Contoh soal 2 :

Apabila seorang penyewa SDB, Tuan Erlan yang telah membayar uang jamina kunci SDB sebesar Rp. 80.000 datang kepada Bank Omega-Jakarta dan menyatakan telah menghilangkan kunci SDB setelah menggunakan jasa SDB selama 6 bulan dengan sewa Rp. 70.000 setahun.

Ia memutuskan untuk tetap memperpanjang SDB selama setahun lagi tetapi menghendaki volume yang lebih besar dengan beban sewa sebesar Rp. 100.000 pertahun dan uang jaminan Rp. 120.000. Oleh Bank Omega-Jakarta diminta untuk menyetorkan kembali uang jaminan SDB dengan jumlah yang sama yang dilakukannya secara tunai.

Bank Omega cabang Jakarta akan membukukan transaksi ini dengan ayat jurnal sebagai berikut :

Sisa sewa ( RpH. 70.000 : 2 )                         Rp.   35.000

Sewa baru setahun yang akan datang    Rp. 100.000

Kekurangan sewa yang akan datang        Rp.   65.000

Setoran jaminan SDB yang baru                                 Rp. 120.000 +

Diterima tunai                                                   Rp. 185.000

Maka jurnalnya :

Kas                                                                                                         Rp. 185.000

Setoran jaminan – kunci SDB ( lama )                      Rp.   80.000

Setoran jaminan – kunci SDB ( baru )                                  Rp. 120.000

Inventaris kantor – SDB                                                                            Rp.   80.000

Sewa SDB yang diterima dimuka                                          Rp.   65.000

C. RUPIAH TRAVELLERS CHEQUES ( RTC )

Adalah surat berharga yang diterbitkan dalam valuta rupiah dengan cirri aman, terpercaya, praktis dan fleksibel serta dijamin oleh Bank penerbit dengan masa berlaku tidak terbatas.

  • RTC sering disebut juga sebagai cek perjalanan yang dapat dituangkan kapan dan dimana saja.
  • Umumnya diterbitkan untuk perjalanan jauh dan ingin aman dalam membelanjakannya, serta dapat dicairkan dikantor cabang pelaksana Bank sendiri.
  • Akuntansi RTC dimulai saat penerbitan atau penjualan RTC dan saat pencairan RTC baik yang dijual melalui cabang pembayar maupun melalui agen.
  • Penjualan RTC dapat dilakukan secara tunai, beban giro atau dengan menggunakan warkat yang disetujui Bank.

Contoh  :

Tanggal 1 Juni’03 Dhea membelanjakan RTC untuk membayar biaya akomodasi di Hotel Mahendra Denpasar sebanyak 3 lembar. Hotel tersebut adalah nasabah giro Bank Mitra Niaga Denpasar. Untuk itu Bank Mitra Niaga melakukan inkaso dengan biaya Rp. 100.000

Jurnal di cabang penerbit ( Bank Mitra Niaga Semarang ) :

31 Juni’03            RTC                                                        Rp. 3.000.000

RAK – cabang Denpasar                           Rp. 3.000.000

Jurnal di cabang pembayar ( Bank Mitra Niaga Denpasar ) saat inkaso / konfirmasi :

31 Juni’03                 RAR.warkat inkaso diserahkan (Cr.)    Rp. 3.000.000

Jurnal di Bank Mitra Niaga ( Bank pembayar ) saat inkaso berhasil :

31 Juni’03            RAK. Cabang Semarang                 Rp. 3.000.000

Giro – Hotel Mahendra                                            Rp. 2.900.000

Komisi inkaso                                                                Rp.    100.000

PENJUALAN RTC MELALUI AGEN PENJUALAN

Contoh  :

Tanggal 10 juni 2003 Bank Mitra Niaga Semarang menyerahkan warkat RTC kepada biro wisata Empuka di Semarang sebanyak 100 lembar.

Nilai nominal pada setiap lembar RTC Rp. 1.000.000

Jurnal di Bank Mitra Niaga Semarang saat menyerahkan Warkat RTC :

10 Juni’03                 RAR.warkat RTC yang diserahkan (Cr.)               Rp. 100.000.000

Contoh 2 :

Tanggal 15 Juni 2003 biro wisata Empuka melaporkan ke Bank Mitra Niaga Semarang tentang penjualan 10 lembar RTC.

Jurnal di Bank Mitra Niaga Semarang saat menerima laporan penjualan RTC :

15 Juni’03            RAK.warkat RTC yang diserahkan (Dr.)   Rp. 10.000.000

Piutang atau tagihan RTC                                       Rp. 10.000.000

RTC                                                                                   Rp.    10.000.000

Pada tanggal 30 Juni 2003, biro wisata Empuka melunasi hasil penjualannya kepada Bank Mitra Niaga Semarang telah dipotong komisi penjualan RTC Rp. 200.000 pelunasannya atas beban giro biro wisata Empuka.

Jurnal di Bank Mitra Niaga Semarang

secara kredit :

30 Juni’03            Giro – biro wisata Empuka                           Rp. 9.800.000

Biaya komisi RTC                                                               Rp.    200.000

Piutang atau tagihan RTC                                         Rp.   10.000.000

Secara tunai :

30 Juni’03            Kas                                                                                         Rp. 10.000.000

Biaya komisi RTC                                                               Rp.      200.000

Piutang atau tagihan RTC                                         Rp.   10.200.000

Pada kasus tertentu, saat penerbitan kembali RTC yang hilang

Jurnal yang dilakukan oleh Bank penerbit adalah :

RTC ( lama )                                                        Rp. XXXX

Kas / giro                                                                             Rp. XXXX

RTC ( baru )                                                                    Rp. XXXX

pendapatan komisi penerbitan RTC                             Rp. XXXX

PENEMPATAN PADA BANK-BANK LAIN

  • Dapat berupa giro, deposito, SBPU dll yang transaksi ini melibatkan BI
  • Penempatan pada Bank-Bank lain dilakukan untuk mengatasi kelebihan likuiditas dan memperoleh pendapatan bunga dari Bank lain.

Contoh :

1 Mei’03 Bank BCA Semarang menempatkan dananya dalam bentuk giro sebesar Rp. 100.000.000.000 pada Bank BNI Semarang, jasa giro 8% pertahun.

Bank BCA Semarang juga menempatkan dananya dalam bentuk deposito berjangka sebesar Rp. 500.000.000 dengan suku bunga 16% jangka waktu 3 bulan.

Maka jurnalnya :

1 Mei’03               BBL ( Bank-Bank Lain ) – giro                       Rp.100.000.000.000

BBL ( Bank-Bank Lain ) – Deposito             Rp.       500.000.000

Giro – BI                                                                                            Rp.100.500.000.000

  • Perhitungan untuk jasa giro dan bunga deposito :

Jasa giro :

8% x Rp. 100.000.000.000 x 1/12 = Rp. 666.666.666,7

Bunga deposito :

16% x Rp. 500.000.000 x 1/12      = Rp.     6.666.666,7   +

Rp. 673.333.333,4

Maka jurnalnya :

BBL ( Bank-Bank Lain ) – giro                       Rp. 673.333.333,4

Pendapatan jasa giro                                                 Rp. 666.666.666,7

Pendapatan bunga deposito                                  Rp.     6.666.666,7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: