PROSES AKUNTANSI BANK

Proses akuntansi bank bertujuan untuk kepentingan pencatatan, penganalisaan, dan penafsiran data keuangan guna memenuhi kebutuhan berbagai pihak.

Persamaan Akuntansi

Sistem pencatatan transaksi perbankan di Indonesia menggunakan metode perpasangan ( double entry system )

Persamaan Akuntansi Bank

HartaBank = Hutang Bank + Modal Bank

Hubungan antara pos – pos Neraca dan Laba Rugi

Pendapatan Bank + Biaya Bank = Harta Bank + Hutang Bank +Modal dan  Cadangan

Sistem Pencatatan Pengakuan Pendapatan dan Beban

Sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No.31 revisi 2000) pendapatan bunga diakui secara akrual kecuali pendapatan bunga dari kredit dan aktiva produktif yang non performing. Pendapatan bunga dari kredit dan aktiva produktif lain yang nonperforming diakui pada saat pendapatan tersebut diterima (cash basis). Oleh karena itu pada saat kredit atau aktiva produktif lain diklasifikasikan sebagai nonperforming (aktiva produktif dengan kolektibilitas kurang lancar, diragukan, dan macet) bunga yang telah diakui tetapi belum tertagih harus dibatalkan. Pada saat dilakukan pembatalan pendapatan bunga tersebut, harus diikuti dengan pembukuan pendapatan bunga dalam penyelesaian pada akun tagihan kontijensi.

Dalam praktik perbankan, pembentukan dan pencatatan pendapatan bunga secara akrual, pada prinsipnya dilakukan setiap hari untuk menggambarkan kondisi yang mendekati kenyataan.

Sistem Pengklasifikasian Rekening

Bank dalam melakukan pencatatan sistem akuntansinya menggunakan sistem General Ledger (GL). Nomor rekening GL ini akan ditampilkan dalam laporan keuangan (neraca, laba rugi, komitmen, kontijensi), sedangkan untuk mencatat transaksi dari masing-masing GL tersebut digunakan rekening GL Referensi, Customer Account, dan Internal Account.

Laporan Keuangan

Dengan bantuan teknologi informasi, transaksi pembukuan menjadi semakin mudah dilakukan. Begitu juga dengan penyusunan laporan keuangan menjadi lebih cepat dan akurat. Siklus akuntansi tidak lagi dilakukan secara manual pada setiap tahapan. Sehingga pekerjaan yang berkaitan dengan siklus akuntansi hanya tinggal analisis jenis transaksi, membuat jurnak transaksi (kas dan nonkas) dan mencetak laporan-laporan keuangan. Jurnal penyesuaian (AJP) sebagian besar telah diambil alih oleh system pembukuan yang menerapkan perhitungan secara harian, misalnya amortisasi bunga yang ditangguhkan, penyusutan aktiva tetap, biaya bunga simpanan semuanya telah dapat dilakukan secara harian pada proses akhir hari, sedangkan pembebanannya dilakukan pada setiap bulan.

Selanjutnya untuk mendapatkan laporan-laporan keuangan yang diinginkan, petugas tinggal membuka menu laporan keuangan. Dalam menu laporan keuangan akan dijumpai banyak pilihan, misalnya laporan daftar mutasi harian, laporan neraca harian, dll. Dengan demikian pekerjaan akuntansi menjadi lebih mudah dan cepat. Dengan memilih laporan yang diinginkan, maka laporan yang diinginkan akan tercetak sesuai dengan format yang telah ditetapkan.

  • Laporan keuangan bank sama dengan klaporan keuangan pada umumnya yaitu terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Laba Ditahan dan satu lagi yang berbeda yaitu Laporan Komitmen & Kontinjensi.
  • Neraca menunjukan posisi keuangan suatu bank pada periode tertentu. Dari mana saja sumber pendanaan bank dan kemana saja dana yang telah diserap disalurkan.
  • Ikhtisar Laba Rugi menunjukan hasil kegiatan operasional suatu bank selama periode tertentu.
  • Laporan Komitmen & Kontinjensi menunjukan suatu laporan yang berisi kewajiban dan tagihan bank.

Proses Akuntansi Bank

Proses Akuntansi Bank pada umumnya sama dengan proses akuntansi umum, tapi banyak diperlukaan buku pembantu umum untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan atas seluruh transaksi yang terjadi pada bank. Selain itu juga banyak dijumpai dokumen -dokumen dasar/formulir untuk mencatat setiap jenis transaksi.

Proses Akuntansi Bank dapat diilustrasikan sbb :

Transaksi hari – hari bersangkutan berikutnya – Laporan keuangan hari bersangkutan – Pengambilan keputusan – transaksi

Proses Akuntansi Bank dapat dilakukan secara manual ataupun Komputerisasi. Perbedaan antara pencatatan manual dengan komputerisasi adalah sbb :

  1. Semua pekerjaan mulai dari pencatatan sampai dengan pengikhtisaran dilakukan oleh tangan manusia.
  2. Unsur manusia memegang peranan penting dalam menjalankan proses akuntansi.
  3. Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan keuangan merupakan hal yangb kritis.
  4. Perlu pemisahan antara petugas yang menyiapkan buku harian, jurnal dan buku besar.

Komputerisasi

  1. Hanya melibatkan tangan manusia dalam proses key-in ( mencatat dokumen bisnis) kedalam komputer.
  2. Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan terjamin oleh komputer
  3. Unsur yang palin kritis adalah program komputer yang digunakan dalam memproses kegiatan akuntansi.

Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut. Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi. Proses tersebut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu siklus.

Siklus Akuntansi dapat dibagi menjadi beberapa tahapan :
a.Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
b.Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian)
c.Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun Buku Besar.
d.Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
e.Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
f.Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
g.Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.

PROSES  AKUNTANSI
Siklus Akuntansi.

Transaksi –> Pencatatan –> Penggolongan –> Pengikhtisaran –> Laporan Akuntansi –> Menganalisa dan Menginterprestasikan –> Pihak Pemakai ( Intern & Extern ).

(1). Sumber – Sumber Dokumen Perusahaan (2). Transaksi – Transaksi Perusahaan (3). Transaksi Di catat Kedalam Jurnal
(6). Jurnal Penyesuaian (5). Neraca Saldo (4). Posting Kedalam Buku Besar
(7). Laporan Keuangan (8). Penutupan Buku Besar (9). Neraca Saldo Penutupan
(12). Pihak – Pihak Pemakai (11). Laporan Akuntansi (10). Jurnal Pembalikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: