Rasa Sedih

RASA SEDIH

Rasa sedih ketika ditinggalkan orang yang disayangi tidak ditentukan oleh tujuan orang itu pergi dan apa yang dikatakannya ketika mau pergi. Kesedihan itu muncul begitu saja di hati, itu sebabnya dikatakan bahwa kesedihan adalah masalah hati, bukan akal. Manusia dengan akal dapat mengendalikan rasa sedih namun tidak dapat mencegahnya muncul atau mengenyahkannya.

Ketika ditinggal mati oleh orang yang disayangi, semua orang merasa sedih. Kesedihan ditinggal mati orang yang disayangi sangat unik dan berbeda dengan kesedihan-kesedihan lainnya. Ketika ditinggal mati orang yang disayangi, tidak muncul perasaan marah, dikhianati, ditolak, direndahkan, dihina. Alasan almarhum meninggalkan kita bukan karena tidak membutuhkan kita lagi, tidak mencintai kita lagi atau menemukan seseorang atau sesuatu lebih berharga, menemukan cinta lain yang lebih indah, tetapi semata hanya karena waktunya sudah tiba…

Ketika ditinggal mati orang yang disayangi, muncul perasaan tidak berdaya karena tahu tidak ada kekuatan apapun yang dapat mencegahnya. Ada perasaan putus asa karena tahu seumur hidup takkan pernah bertemu dan berinteraksi lagi dengan almarhum. Ada perasaan haru yang terenyuh. Bagi sebagian orang, muncul samar-samar pertanyaan dalam hati, “Apa yang akan terjadi dengan almarhum setelah ini? Bagaimana dia akan melewati waktu-waktu selanjutnya?” Muncul rasa takut yang suci, kesadaran yang pasrah bahwa suatu saat kita juga akan mati. Ada perasaan bersalah karena merasa belum memberikan yang terbaik bagi almarhum, belum berbuat maksimal untuk mencegah kematian yang menjemputnya, belum berbuat maksimal untuk menyatakan rasa sayang kita baik secara perbuatan maupun perkataan dan tidak ada kesempatan lagi. Ada perasaan bersalah dan jengkel, karena merasa almarhum pantas mendapatkan cinta yang lebih besar dari kita dan dunia sebelum dia meninggalkan dunia ini. Perasaan sedih ditinggal mati orang yang disayangi, sulit dijelaskan apalagi untuk dimengerti, hanya orang-orang yang pernah mengalaminya dapat benar-benar mengerti perasaan ini.

Ketika berhadapan dengan jenasah almarhum yang kita sayangi, muncul perasaan hambar yang mistik. Perasaan ini membuat bingung, bagaimana harus memperlakukan almarhum. Ada perasaan gentar yang asing, walau mengenali wajah dan sosoknya dengan baik, tetapi dia telah menjadi seseorang yang asing, bahkan sesuatu yang asing. Kita tak dapat lagi merasakan dirinya apalagi cintanya. Kita merasa gentar dan tidak nyaman untuk memperlakukannya seolah-olah dia masih hidup dan merasa tidak tega dan tidak pantas bila memperlakukan dia seolah-olah benda mati atau bangkai binatang.

Perasaan ketika ditinggal mati orang yang disayangi sangat dasyat. Begitu dasyatnya perasaan ini sehingga banyak orang yang tidak mampu untuk menyalurkannya dengan wajar. Orang-orang demikian mungkin nampak tenang dan tak terpengaruh namun dengan berlalunya waktu, perasaan itu akan muncul kepermukaan, bahkan meledak. Contohnya aku, mamaku sudah lama meninggal, namun terkadang ketika mengingat kebersamaanku dengan almarhum perasaanku meledak nggak karu-karuan, sulit dikendalikan..

Setiap hari kita membaca tentang orang mati di media masa, mendengar tentang orang mati dan menonton di televisi berita-berita tentang orang mati. Semua berita kematian itu, walau membangkitkan rasa kasihan, namun tidak menyakitkan, karena kita tidak memiliki hubungan dengan orang-orang yang mati itu, tidak ada ikatan cintakasih.

Hari ini sudah berlalu 15 tahun lebih, dan hingga hari ini aku masih sering merindukan Mamaku itu, mungkin, sepanjang hidupku aku akan merindukannya. Ada saat-saat tertentu, aku begitu merindukannya, sehingga sering aku berkata sambil menatap ke langit.

“Hey, whats up Ma!?, negeri di seberang langit biru itu indah kan? Di sana pasti daun-daun nggak pernah layu, langit selalu biru.Mama bae” aja kn?? Aku kangen bgd sama mama,Pengen bgd rasanya aku memeluk mama,bercanda ria bersama..merasakan kehangatan kasih sayang nya mama yg selama ne belum pernah aku rasakan…

Ma.. Di sini semua ok-ok aja, kalau kita lagi ngumpul, kita suka kangen sama mama. aku sering bertanya-tanya, kapan ya kita bisa ketemu ?”di mimpi jg gak papa…asalkan aku bias melihat mama dan memeluk mama..

Aku tak tahu apakah Mamaku dapat mendengar kata-kataku itu, sering terpikir, kalau suara dari neraka dapat terdengar di surga, mungkin suara dari dunia terdengar juga? Yang aku tahu adalah aku merindukannya walau telah 15 tahun lebih berpisah, dan mungkin aku akan merindukannya seumur hidupku. Berbicara kepadanya adalah caraku untuk melepas rindu. Aku jarang ke makamnya, karena sejak merantau aku sangat jarang pulang ke rumah, lebih mudah mengingat rohnya pergi ke negeri di seberang langit biru, untuk sebuah nama yang lebih baik, aku menyebutnya surga.

Untuk Mamaku Tercinta

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: