My Beloved Father

“ MY BELOVED FATHER”

Bagiku sosok ayah adalah segala – galanya  dalam hidupku.Dari kecil sampai sekarang ayahlah yang membuat aku bisa seperti ini.Jujur sampai sekarang ini aku belum pernah berantem atau marahan sama ayahku, dia sangat baik, perhatian, bisa sebagai ayah, bisa sebagai ibu dan bisa juga sebagai temanku.Tapi sekarang aku jadi sedih karena sudah berpisah sama ayahku karena tuntutan studyku.Tapi semuanya aku jalani dengan senang hati karena aku ingin sekali menyenangkan orangtuaku inilah selalu prinsip yang aku pegang sehingga aku tidak pernah marah atau berantem dengan sang ayah.Tetapi karena aku sudah mengenal ayahku, dia seperti apa, apa yang dia suka dan tidak sukai.dan sebaliknya juga ayahku, dia juga mengerti apa yang aku suka dan apa yang tidak aku sukai.Walaupun kami dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh tapi kami selalu menjalin komunikasi sebagaimana seorang anak yang selalu berkomunikasi dengan orangtua mereka yang tinggal dalam satu rumah, walaupun aku jauh aku tetap merasakan kehangatan keluarga kecilku.Sehingga aku merasa anak yang paling beruntung mempunyai sosok ayah seperti dia.

Aku pernah membaca sebuah berita tentang Mario Balotelli.

Mario Barwuah Balotelli atau biasa dikenal dengan sebutan Mario Balotelli adalah seorang pemain sepak bola belia yang dimiliki Manchester City, ia digadang – gadang sebagai penyerang masa depan negeri spaghetti, italia.Namun siapa sangka dibalik kehebatannya dalam bermain sepak bola , ia memiliki catatan masa kecil yang suram. Lahir dari imigran yang masih gelap asal Ghana putra pasangan Thomas dan Rose Barwuah ini, di usia yang masih sangat muda Mario kecil harus diadopsi oleh keluarga Balotelli karena orangtuanya tidak sanggup untuk membesarkannya.Semula tidak ada niat sama sekali untuk melahirkan Mario ke dunia, semua ini seperti kecelakaan saja sebut ayah kandung dari Mario.

Rasa ketertolakan seperti itu membuat Mario kecil berubah menjadi seorang yang pendendam dan pemberontak.Ia banyak melakukan sesuatu sesuai keinginan hatinya.Padahal orang tua angkatnya sangat menyayanginya seperti anak kandung sendiri.Pada usia 15 tahun, Balotelli mendapat promosi ke tim senior Lumezzane, dan debutnya berlangsung saat melawan Padova di Liga Italia Serie C1.Setelah itu karir sepak bolanya mulai menanjak setelah dia ditawari ole klub sepak bola inter.Namun Mario tetaplahseorang pemberontak yang susah untuk diatur.Rasa ketertolakan terus menghantuinya yang membuat dia susah sekali untuk menyatu dalam tim.Dia benar – benar telah kehilangan sosok seorang ayah yang menjadi figur bapa dalam hidupnya.

Saudara jika selama ini kita mengalami hubungan yang buruk dengan orang tua kita.Ayo dari sekarang jalin kembali hubungan kasih dengan orangtua kita.Belajar untuk memaafkan dan dimaafkan. Mungkin sangat sulit untuk memulainya , karena disatu sisi mungkin kita masih merasa malas untuk mengatakan maaf atau melakukan perbuatan yang 180° bukan kita banget tapi ingat saudara, kita ini adalah anak – anak yang harus hormat dan taat kepada kedua orang tua kita.

Karena ada nasihat dan peringatan “ Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu dan jangan menyia – nyiakan ajaran ibumu”.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: